Bandung
Setelah sekian purnama aku beristirahat dari berbagi cerita, malam ini aku ingin mengungkapkan sebuah rasa yang mungkin butuh lebih dari kata-kata..
Pagi ini, Kamis 11 Agustus 2022, aku dinyatakan lulus dari SBM ITB oleh 2 dosen penguji yang hadir di sidangku. Tepat tiga tahun kurang seminggu, aku berhasil menyelesaikan kuliah sarjana dengan lancar tanpa halangan yang berarti. Aku senang....
Ditambah lagi dengan fakta, seminggu sebelum sidangku, aku sudah diterima di salah satu perusahaan di Jakarta. Jadi, senin besok aku akan langsung mulai bekerja. Kalau kata temanku, posisiku saat ini diidam-idamkan ribuan orang di luar sana. Sudah selayaknya aku senang dan bersyukur.
Namun nyatanya, siang itu aku gelisah. Bukannya senang dan merayakan hari ini, aku malah duduk menatap lampu jalanan dengan tatapan kosong.
"Ini beneran abis ini gua harus kerja?"...
Aku belum siap... belum siap dengan semua ini. Lagipula, siapa orang waras yang siap meninggalkan hidup nyamannya selama di kuliah untuk bermacet-macetan di jalan, duduk seharian di depan monitor setiap hari, berdesak-desakkan di KRL, dan memikirkan bayar listrik bulan depan. Aku yakin gak ada orang waras yang siap. Butuh lebih dari sekedar gila untuk siap dengan kenyataan ini. Jangankan untuk siap, untuk membayangkan diriku berada di situasi itu saja aku tidak sanggup.
Tapi semesta mengajarkanku arti kesiapan, siap itu bukan tentang menerima keadaan, tapi tentang terbiasa dengan keadaan. Aku tahu, lambat laun, akupun akan terbiasa.
..........
Sore ini Bundaku menelpon, "Jum'at besok jadi pulang? Senin kan kamu kerja"
Dan begitulah hidup, aku 'terpaksa' tidak merayakan kelulusanku, 'terpaksa' tidak memenuhi janjiku pada diri sendiri untuk mengelilingi sudut-sudut Kota Bandung setelah sidang selesai, dan 'terpaksa' untuk segera pulang ke Jakarta untuk menghadapi kenyataan.
Bahkan untuk sekedar berpamitan dengan teman kuliahku saja, aku tidak sempat. Aku bingung, mengapa untuk mendapatkan titel 'karyawan' saja aku harus mengorbankan banyak hal? Jujur aku masih ingin merasakan dinginnya pagi Bandung, es kelapa madu taman sari, dan ayam geprek pangeran. Tapi semuanya lenyap begitu saja seolah semesta bilang "Sudah cukup ya bersenang-senangnya"...
Dari 53 kota yang pernah ku singgahi, Bandung masih menjadi kota ternyaman sejauh ini. Rasanya gak ada kota yang bisa menandingi Bandung dari kesejukannya, jajanannya, yel-yel tahu bulatnya, sampai tukang parkirnya. Memang benar kata orang, kalau sudah di Bandung, setengah masalah hidup akan hilang.
..........
Senin ini, 15 Agustus 2022, untuk pertama kalinya aku memasuki gedung kantor sebagai karyawan fresh graduate. Rasanya berbeda. Aku pernah bekerja sebelumnya di perusahaan yang jauh lebih besar dari ini. Tapi status mahasiswa yang sudah lepas dariku membuat suasana jadi berbeda.
Begitu sampai kantor, aku langsung masuk ke kamar mandi untuk sekedar mencuci tangan dan membasuh muka. Dengan harapan, aku bisa terbangun dan ini semua hanya mimpi. Tapi usahaku sia-sia. Ini adalah kenyataan..
Terlalu banyak ketakutan yang hadir, terlalu banyak keresahan yang mengikuti, dan terlalu banyak kegelisahan yang menghantui diri ini. 'Gimana ya kalau nanti aku gagal jadi orang dewasa. Dan setauku gak ada orang yang mau memaklumi kesalahan orang dewasa'....
Ditambah lagi aku sadar bahwa di dunia ini gak ada yang gratis selain napas. Bahkan untuk sekedar menuntaskan kebutuhan alami saja aku harus membayar 3000 di toilet umum. Betapa berat dan tidak menyenangkannya menjadi dewasa.
Tapi mau gimana lagi, hidupkan harus dijalani... Selain itu juga,, ada dia yang menanti untuk dihalali.
Kaaaaak makasih sharingny, aku jd makin khawatir nih beberapa tahun lagi aku bakal lulus juga 😢
BalasHapushai, terimakasih ya sudah berkunjung. Ayo semangat! kehidupan abis lulus enak loh!!!
Hapusmakasi banget kak dzaky udah sharing", sumpah perasaan aku pas baca ini campur aduk banget, tapi yaaa realitanya kita juga bakalan ngerasain fase" ini, fase perpisahan,kangen masa masa main sama temen, nugas bareng, dan lain". Aku masih sma kelas 11 tapi jujur sedih banget, tapi yaa mau gimana lagi, kita harus tetep jalanin hidup ini sampai ajal menjemput kita. sukses selalu
BalasHapusmak dzaky, semangat.
Bener banget, biar bagaimanapun, kehidupan harus terus dijalanin. Semangat dan semoga selalu sukses yaaa
Hapus